Wgfilm21 sponsor

Levitating (Para Perasuk) (2026) Sub Indo

6 voting, rata-rata 7.0 dari 10

Image

Image

Image

Image

🎬 Levitating (Para Perasuk) (2026)

Levitating, yang memiliki judul asli Para Perasuk, adalah film drama supernatural Indonesia garapan Wregas Bhanuteja. Film berdurasi sekitar 119 menit ini memadukan drama, unsur supranatural, ritual tradisional, musik, serta persoalan konflik tanah dan mempertahankan kehidupan sebuah komunitas. Film ini merupakan produksi bersama Indonesia, Singapura, dan Prancis. (IMDb)

Film ini melakukan world premiere di Sundance Film Festival 2026 pada 24 Januari 2026 dan kemudian dirilis di bioskop Indonesia pada 23 April 2026. (Wikipedia)

Sinopsis Levitating (Para Perasuk) (2026)

Informasi Film

Judul: Levitating
Judul Indonesia/Asli: Para Perasuk
Tahun: 2026
Genre: Drama, Horor, Supernatural
Durasi: 119 menit
Bahasa: Indonesia
Negara: Indonesia, Singapura, Prancis
Sutradara: Wregas Bhanuteja
Penulis Skenario: Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra, Alicia Angelina
Produser: Siera Tamihardja, Iman Usman, Amalia Rusdi
Sinematografi: Gunnar Nimpuno
Editor: Ahmad Yuniardi
Penata Musik: Yennu Ariendra
Rumah Produksi: Rekata Studio
Tanggal Rilis Indonesia: 23 April 2026

Informasi dasar film dan kredit utama tersebut tercatat di IMDb, Indonesian Film Center, serta materi produksi Rekata Studio. (IMDb)

Daftar Pemain

  • Angga Yunanda sebagai Bayu
  • Maudy Ayunda sebagai Laksmi
  • Anggun sebagai Guru Asri
  • Chicco Kurniawan sebagai Pawit
  • Bryan Domani sebagai Ananto
  • Indra Birowo sebagai Bapak Bayu
  • Ganindra Bimo sebagai Fahri
  • Aryudha Fasha sebagai Bang Yoga
  • Ivonne Dahler sebagai Mrs. Nana
  • Aimee Janice sebagai sepupu Bayu

Daftar pemeran dan karakter utama tersebut didukung oleh data IMDb dan sumber database film Indonesia. (Wikipedia)

Sinopsis

Di sebuah desa terpencil bernama Latas, terdapat sebuah tradisi unik yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut dikenal sebagai pesta Sambetan, sebuah ritual ketika warga membiarkan diri mereka dirasuki oleh roh-roh yang diasosiasikan dengan berbagai jenis binatang.

Namun, bagi masyarakat Latas, kerasukan bukan sesuatu yang semata-mata menakutkan. Pesta Sambetan justru menjadi bentuk hiburan, pelepasan emosi, sekaligus ruang bagi masyarakat untuk melupakan sejenak berbagai persoalan kehidupan. Musik, gerakan tubuh, dan ritual menjadi satu kesatuan yang membawa para peserta memasuki kondisi seperti ekstase. (Indonesian Film Center)

Di tengah tradisi tersebut hidup seorang pemuda bernama Bayu. Ia memiliki ambisi besar untuk menjadi seorang Perasuk, sosok yang memiliki kemampuan memimpin ritual dan menjadi penghubung antara para peserta dengan kekuatan spiritual yang dipercaya bersemayam di sekitar desa.

Bagi Bayu, menjadi Perasuk bukan sekadar kebanggaan. Ia melihat posisi tersebut sebagai kesempatan untuk mengubah hidupnya sekaligus membuktikan kemampuannya kepada masyarakat. Karena itu, ketika sebuah kesempatan untuk menjadi Perasuk utama terbuka, Bayu berusaha keras mengikuti persaingan tersebut.

Akan tetapi, persoalan yang jauh lebih besar segera menghampiri Latas.

Sumber mata air yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat desa terancam hilang setelah sebuah perusahaan berencana mengambil alih kawasan tersebut untuk pembangunan hotel. Mata air itu bukan hanya menjadi sumber kehidupan warga, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan kepercayaan spiritual yang mendasari tradisi Sambetan. (Indonesian Film Center)

Bayu kemudian melihat sebuah peluang.

Jika ia mampu menjadi Perasuk utama dan memimpin sebuah pesta Sambetan dalam skala besar, ia berharap dapat mengumpulkan uang untuk membantu menyelamatkan mata air dan mempertahankan desa mereka dari ancaman penggusuran.

Dari sinilah ambisi Bayu mulai berkembang menjadi sebuah perjuangan yang jauh lebih rumit.

Ia harus berhadapan dengan persaingan, tekanan dari lingkungan sekitarnya, serta berbagai tuntutan kehidupan modern yang perlahan menggeser tradisi masyarakat Latas. Di satu sisi, Bayu ingin membuktikan bahwa dirinya layak menjadi Perasuk. Di sisi lain, ia harus memahami bahwa kemampuan seorang Perasuk bukan sekadar tentang penampilan, keberanian, atau kemampuan mengendalikan sebuah pertunjukan.

Semakin dalam Bayu memasuki dunia Sambetan, semakin ia memahami hubungan antara manusia, roh, tradisi, dan komunitas.

Ritual yang awalnya terlihat seperti pertunjukan perlahan berubah menjadi perjalanan batin bagi Bayu. Ia mulai menghadapi pertanyaan mengenai apa sebenarnya yang ia perjuangkan dan mengapa ia begitu terobsesi untuk menjadi sosok utama dalam ritual tersebut.

Di tengah konflik mempertahankan tanah dan mata air desa, Levitating tidak hanya menggunakan unsur kerasukan sebagai sumber ketegangan. Film ini juga mengeksplorasi gagasan tentang obsesi, kebahagiaan, identitas, tradisi, dan bagaimana seseorang harus belajar melepaskan keinginannya sendiri demi sesuatu yang lebih besar.

Perjalanan Bayu akhirnya membuatnya menyadari bahwa menjadi Perasuk sejati tidak cukup hanya dengan mampu menguasai tubuh, musik, atau ritual. Ia harus mampu memahami makna di balik tradisi yang selama ini ingin ia kuasai.

Ketika nasib Desa Latas semakin terancam, Bayu harus menentukan apakah ia akan terus mengejar ambisinya atau benar-benar menyerahkan dirinya kepada tujuan yang lebih besar: menyelamatkan tempat yang menjadi rumah bagi dirinya dan masyarakatnya.

Tentang Film

Levitating (Para Perasuk) menawarkan pendekatan yang cukup berbeda terhadap film supernatural. Alih-alih menjadikan kerasukan hanya sebagai sumber ketakutan, Wregas Bhanuteja menggunakannya sebagai pintu masuk untuk membahas tradisi, spiritualitas, komunitas, konflik agraria, serta pencarian makna kebahagiaan.

Sundance menggambarkan film ini sebagai dunia yang dipenuhi roh, gerakan, musik, dan keyakinan, dengan Bayu sebagai pemuda yang tertarik pada kekuatan ritual trance. (Sundance Festival)

Karena itu, Para Perasuk lebih tepat dipandang sebagai drama supernatural yang memadukan unsur budaya dan konflik sosial daripada horor konvensional. Film ini juga menjadi film panjang ketiga Wregas Bhanuteja setelah Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti. (SUARANTB.com)

Potongan Adegan

Beberapa materi promosi memperlihatkan Bayu memainkan alat musik tiup dalam ritual, para peserta melakukan gerakan seperti trance, serta adegan kerasukan yang menjadi bagian penting dari pesta Sambetan.

Salah satu gambar resmi memperlihatkan Bayu bersama Laksmi dalam suasana desa, sementara materi lainnya menampilkan ritual dengan tubuh peserta dalam posisi tidak biasa dan atmosfer yang sangat eksentrik. Materi foto tersebut tersedia melalui galeri IMDb.

Kesimpulan:
Levitating (Para Perasuk) adalah film yang menggabungkan drama supernatural dengan budaya lokal dan konflik sosial. Di balik ritual kerasukan yang penuh warna, film ini menghadirkan kisah Bayu tentang ambisi, identitas, tradisi, dan perjuangan mempertahankan rumahnya. Dengan pendekatan visual dan narasi yang eksperimental, film Wregas Bhanuteja ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari film horor Indonesia pada umumnya.

Diposting pada:
Dilihat:2
Tahun:
Durasi: 119 Min
Rilis:
Bahasa:Bahasa indonesia

Download Levitating (Para Perasuk) (2026) Sub Indo